Di pembangkit listrik PV, SPD harus memenuhi persyaratan khusus untuk memastikan pengoperasian dan pembangkitan energi yang berkelanjutan.
Saat merancang pembangkit listrik PV, penting untuk mempertimbangkan pemasangan perangkat proteksi lonjakan arus (SPD). Lonjakan dan gangguan jaringan dapat menyebabkan downtime sehingga menurunkan kinerja pembangkit. Oleh karena itu, segala kondisi yang mempengaruhi pembangkitan dan distribusi energi harus dipertimbangkan ketika merancang instalasi listrik.
Mengapa SPD menjadi prioritas utama di pembangkit listrik PV?
Panel surya dipasang di luar untuk mengubah energi matahari menjadi listrik. Lokasi outdoor ini membuat mereka terkena langsung kondisi keras seperti hujan, angin, dan debu. Di antara kondisi cuaca, sambaran petir memerlukan perhatian khusus karena dapat sangat mempengaruhi keselamatan dan kinerja pembangkit listrik PV. Mereka berasal dari awan cumulonimbus dan berakhir di permukaan tanah. Ketika sambaran petir menghantam tanah, ia melepaskan energi sehingga mempengaruhi medan listrik di tanah. Untukpembangkit listrik tenaga surya, hal ini menimbulkan dua risiko:
Dampak langsung yang secara fisik dapat merusak peralatan tenaga surya di atap
Tegangan berlebih sementara yang melewati kabel melalui kopling magnetik, yang dapat menyebabkan kerusakan komponen sensitif seperti papan sirkuit cetak (PCB).
Sejauh menyangkut dampak langsung, ‘Pelindung Petir Eksternal’ (ELP) memberikan perlindungan yang diperlukan sesuai dengan IEC 62305, yang menjelaskan cara mengevaluasi apakah lokasi Anda memerlukan perlindungan tersebut, dan pilihan apa yang sebaiknya dipilih (kerangka jaring, terminal udara, dll.). Konsepnya sederhana: pastikan petir menyambar batang logam yang dipasang di titik tertinggi pabrik Anda dan menyebarkan energi langsung ke tanah melalui konduktor bawah tembaga.
Namun, ketika menyangkut tegangan berlebih sementara, SPD diperlukan. Mereka dipasang secara paralel ke dalam papan perlindungan sirkuit untuk mengalihkan energi ke tanah dan membatasi tegangan berlebih hingga nilai yang dapat diterima oleh peralatan akhir.
Segera setelah ELP dipasang di pembangkit listrik PV, SPD juga wajib dipasang. Jika pembangkit PV tidak dilengkapi dengan ELP, maka pemasangan SPD sangat disarankan untuk membatasi gangguan jaringan (transient over voltase).
Bagaimana cara kerja SPD untuk melindungi sisi DC pembangkit listrik tenaga surya?
Untuk menjamin energi akan mengalir ke tanah terlebih dahulu untuk membatasi tegangan berlebih, komponen terpenting adalah Metal Oxide Varistor (MOV, ‘Varistor’ adalah singkatan dari VARI-able resi-STOR). Komponen ini memiliki kepatutan sehingga pada kondisi normal (tidak ada tegangan berlebih) resistansinya cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan adanya arus nominal yang melewatinya. Dimulai pada level tegangan lebih tertentu, resistansi akan turun dengan cepat, membuka jalur ke tanah dan kembali ke kondisi normal satu kali.energinya telah hilang. Proses ini memungkinkan pembatasan tingkat tegangan lebih yang menjangkau semua peralatan yang terhubung ke hilir.
Tipe 1+2 SPD versus SPD Tipe 2 standar, mana yang benar?
Ada berbagai jenis SPD yang tersedia dengan ketahanan yang berbeda-beda: Tipe 1, Tipe 2, dan Tipe 1+2. SPD Tipe 1 dapat mengatasi serangan langsung yang menimbulkan lonjakan energi, sedangkan Tipe 2 membatasi tegangan berlebih dari berbagai sumber. Kedua karakteristik tersebut dapat digabungkan menjadi “Tipe 1+2” untuk perlindungan lengkap.
Di pembangkit listrik PV, tantangannya adalah memilih perlindungan lonjakan arus yang sesuai untuk menahan arus energi murni 10/350µs (hampir 10 kali lebih kuat dibandingkan bentuk gelombang tipe 2 8/20 µs) dan pada saat yang sama juga mempertimbangkan ruang. Dalam inverter atau kotak sambungan, ruang selalu menjadi prioritas utama. Seri BRPV Britec memberikan perlindungan lonjakan arus DC Tipe 1+2 dan Tipe 2 yang dapat melindungi terhadap tegangan berlebih akibat sambaran petir atau arus lonjakan jaringan.